pekerja-rumah-tangga-afp

Kisah sedih seputar kekerasan terhadap Pekerja Rumah Tangga (PRT) membuat prihatin Wakil Ketua DPD RI, GKR Hemas. Data dari berbagai sumber menunjukkan dari tahun 2011-2012 terdapat 653 kasus kekerasan terhadap PRT yang dapat diketahui karena ada lembaga yang mendampingi, serta adanya ekspos media.  Jumlah itu tentu lebih banyak lagi, karena kemungkinan tidak terdeteksi.

Hal itu terungkap dalam diskusi yang diselenggarakan Jaringan Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (JPPRT), Kamis (20/2) lalu di Gedung Ki Sarino Mangunpranoto Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta Jl. Kusumanegara 152. Menjadi narasumber dalam acara tersebut GKR Hemas (Wakil Ketua DPD RI, Esti Wijayanti (Anggota DPRD DIY), Buyung Ridwan Tandjung (Anggota LOD DIY). Turut memberikan testimony Ririn Sulastri dan Jumiyem dari Serikat PRT Tunas Mulia).

Dalam kesempatan itu, GKR Hemas mengatakan bahwa setiap warga Negara Indonesia berhak mendapatkan perlindungan, apa pun profesinya, karena tiap-tiap warga Negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan. Dalam hal warga Negara mengalami ketidakadilan dan berbagai pelanggaran hak, maka konstitusi sesungguhnya telah menjamin hal itu.

GKR Hemas menyebutkan bahwa Pasal 27 ayat (2) UUD 1945 menyatakan tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Demikian pula pada Pasal 28 ayat (1) dan (2) UUD 1945 telah menjamin bahwa setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum. Sementara itu, setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja.

“Namun sayangnya, DPR RI belum memprioritaskan RUU Perlindungan PRT untuk dibahas dan ditetapkan menjadi UU. Oleh karena itu, perlu didesakkan oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk lembaga DPD RI. Saya berkomitmen untuk dapat memperjuangkan hal ini agar dapat terwujud,” ujar GKR Hemas yang juga Wakil Ketua DPD RI.

Walau bagaimanapun juga, Negara mesti menjamin setiap warganya untuk hidup sejahtera. Termasuk mereka yang mempunyai profesi sebagai Pekerja Rumah Tangga.

foto AFP

Leave a Comment