gkr-hemas-tolak-tkw

Peran perempuan dalam ikut menopang ekonomi keluarga patut diapresiasi. Bahkan pekerja perempuan banyak pula yang menjadi tulang punggung keluarga. Karenanya, Negara patut melindungi dan menjamin kesejahteraan pekerja perempuan.

Demikian ditegaskan oleh Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, Wakil Ketua DPD RI di hadapan sekitar 2000 pekerja perempuan saat mengunjungi sebuah pabrik konveksi Mataram Tunggal Garmen (MTG), Rabu (19/2) lalu. GKR Hemas dan rombongan diterima oleh Roby Kusumaharta beserta para manajer MTG.

“Saya bangga, kalian telah berjuang dan bekerja dengan baik. Bahkan diantara kalian tidak sedikit yang menjadi penopang ekonomi keluarga. Namun, kita tidak boleh menyerah dengan keadaan. Oleh karena itu, kalian perlu meningkatkan kualitas diri agar dapat memajukan perusahaan. Kalau perusahaan maju dan berkembang, maka yakinlah anda semua akan mendapat imbalan yang lebih baik lagi,” terang GKR Hemas dalam sambutannya.

Masih dikatakan GKR Hemas, bahwa Negara harusnya mampu membuka peluang kerja yang seluas-luasnya di dalam negeri. Sehingga, Indonesia tidak perlu lagi mengirimkan Tenaga Kerja Wanita ke luar negeri. Dalam kesempatan tersebut, GKR Hemas mengungkap bahwa Negara belum mampu menjamin perlindungan wanita pekerja di luar negeri. “Masih banyak kasus-kasus kekerasan yang diderita oleh tenaga kerja wanita kita di luar negeri. Baik kekerasan lahir maupun batin. Saya sebenarnya menolak pengiriman TKW ke luar negeri,” tandasnya dibarengi applaus dari seluruh pekerja perempuan yang hadir.

Sementara itu, Roby Kusumaharta selaku Pimpinan Mataram Tunggal Garmen berharap agar GKR Hemas sebagai Anggota DPD RI dapat memperjuangkan perlindungan terhadap tenaga kerja wanita. Dan juga mendorong iklim usaha yang sehat di Indonesia, termasuk khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Leave a Comment